Like Water that Flows Constantly (by Marissa Haque Fawzi, 2004)


Reflections on the meaning of life: Marissa Haque
(Amidst the flood that hits Indonesia)

Bintaro, Jakarta, February 21, 2004


Water is the source of life.

It is very flexible and can easily adapt itself to anything.

If its course is blocked by a rock, then it will choose another one and continues flowing down towards its destination.

Water also behaves modesty, because it always flows to a lower place.

If the temperature rises, it evaporates, goes up to the sky and afterwards comes down again on the earth.

Water cleans everything; it floods the rice fields in the dry season; it cleans dust and makes the soil fertile.

According to a story, when the rain falls, thousands of angels come down with it.

But if the rains come down in torrents and continuously, like what is happening in the last few days in Indonesia, then there might be something wrong in the relations between men and water.

Water will become men’s friend if we treat it in s friendly way, but if we don’t do it, it will destroy us.In life, water is an indicator of the quality of men in the eyes of God the Almighty.

FLowing Like Water (Marissa Haque Fawzi) Amids a Mild Snow in Athens, Ohio, USA, 2004

FLowing Like Water (Marissa Haque Fawzi) Amids a Mild Snow in Athens, Ohio, USA, 2004
FLowing Like Water (Marissa Haque Fawzi) Amids a Mild Snow in Athens, Ohio, USA, 2004
Tampilkan postingan dengan label Ratu Atut CHosiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ratu Atut CHosiyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

"Duh! Semoga Angelina Sondakh Tetap dalam Iman Islamnya: Marissa Haque Fawzi"

Sabtu, 17 Desember 2011 20:23 WIB

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/mobile/index.php/2011/12/17/marissa-haque-hubungan-angie-berpotensi-bocorkan-strategi-kpk

Marissa Haque: Hubungan Angie (Angelina Sondakh) Berpotensi Bocorkan Strategi KPK

JAKARTA, TRIBUN - Artis senior yang juga politisi, Marissa Haque mengatakan, hubungan asmara antara politisi Partai Demokrat, Angelina Sondakh dengan penyidik KPK, Kompol Raden Brotoseno, berpotensi kebocoran strategi internal KPK kepada partai dalam menangani kasus korupsi Wisma Atlet, seperti dituduhkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Marissa yang telah Doktor (S3) dari IPB dan menyelesaikan disertasi tentang Illegal Logging di Riau ini menjelaskan, dari ukuran etika, apa yang mereka lakukan sangat tidak etis. "Mengingat dari kacamata hukum,  apa yang dituduhkan Nazarudin ke Angie terhadap delik pidana gratifikasinya, menuju ke arah TSK alias tersangka," jelas istri rocker Ikang Fawzi ini, Sabtu (17/12/2011).

Icha, panggilan akrab Marissa Haque, memuji kejelian mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, dalam mengungkap hubungan asmara antara penyidik dengan Angie. Ibu dua anak yang telah menyelesaikan program MBA dari FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sekarang sedang menyelesaikan Program MH dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga ini menjelaskan, bahwa saat di dalam kelas hukum yang mahasiswa sebagian besar dari kepolisian dan kejaksaan, muncul informasi bahwa Kompol Broto kekasih Angie tersebut bukan minta pindah tapi dipindahkaan. Dari kelas hukum tersebut juga beredar kabar jika keduanya baru berkenalan selama dua bulan ini saat Angie disidik.

Saat ini Icha (Marissa Haque) sembari menghabiskan sisa tahun 2011 sedang merampungkan penulisan buku mengenai batik tandem bersama anak salah seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis UGM, Meta Thereskova.

Editor : zulham
Source : Tribunnews
"Duh! Semoga Angelina Sondakh Tetap dalam Iman Islamnya: Marissa Haque Fawzi"

Minggu, 25 September 2011

"Marissa Haque Fawzi: Kreatifitas Angelina Sondakh Teruji Tangguh (Seiring dengan Pemeriksaan Kasus Delik Pidana Gratifikasinya)"

buku-angelina_sondakh-dalam-marissa-haque-ikang-fawzi 

Angelina Rilis Buku Kedua

Minggu, 25/09/2011 - 19:09

MUNADY/"PRLM"
2-delik-pidana-gratifiasi-angelina-sondakh-di-kpk-dalam-marissa-haque-ikang-fawzi-2011

JAKARTA, (PRLM).- Anggota DPR Angelina Sondakh Massaid kembali meluncurkan buku lagu dan bergambar yang kedua setelah buku "Bernyanyi bersama Keanu".

Buku "Jazz For Fun" sebagai kelanjutan dari buku sebelumnya, karena menurut istri almarhum Adjie Massaid buku ini.untuk bisa anak anak sambil belajar dan mendengarkan musik

1-delik-pidana-gratifiasi-angelina-sondakh-di-kpk-dalam-marissa-haque-ikang-fawzi-2011"Jadi anak indonesia punya lagu, dengan buku ini mudah mudahan bisa menjadi lagu anak anak seperti lagu Doa Untuk Papa dan Mama yang liriknya ditulis Adjie Massaid semasa hidupnya tapi lagu ini baru diluncurkan," tutur Angelina.

"Ada bebera lagu dalam album kedua karena dengan buku ini anak- anak bisa pintar, biasanya anak-anak suka dengerin musik tapi kalau sudah denger musik mereka kadang malas belajar tapi lewat buku ini yang pasti ada lagu di vcd dan buku ada gambarnya," kata Angelina ditemui di toko buku Gramedia Matraman Jakarta Timur, Minggu 25/9. (Mun/A-88)***

"Marissa Haque Fawzi: Kreatifitas Angelina Sondakh Teruji Tangguh (Seiring dengan Pemeriksaan Kasus Delik Pidana Gratifikasinya)"

Sumber:
(1) http://www.pikiran-rakyat.com/node/159668
(2) http://www.jpnn.com/read/2011/09/26/103871/Angelina-Sondakh-Libatkan-Zahwa-di-Buku-Kedua

Minggu, 24 Juli 2011

Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque

Ikang Fawzi Rocker Indonesia Pertama dapat MBA dari UGM (2011)

Ikang Fawzi dan 2 Awards Musiknya yang Fenomenal, 1988
Juga Kebaggan Melalui Lagu Preman untuk Lagu dan Penyanyi: Ikang Fawzi dan 2 Awards Musiknya yang Fenomenal, 1988 cerita istrinya Marissa Haque


Yang Membanggakan, Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Lulus MBA dari FEB UGM dengan Nilai A Bulat, Wisuda, Yogyakarta, Januari 2011


Yang Membanggakan, Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Lulus MBA dari FEB UGM dengan Nilai A Bulat, Wisuda, Yogyakarta,  Januari 2011.

 Dan...alhamdulillah Ikang Fawzi suamiku tercatat sejarah Indonesia sebagai penyanyi rock Indonesia terkenal yang mendapatkan MBA dari UGM melalui Program Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB-UGM).

Allahu Akbar! Subahanallaaaah...

Selasa, 22 Maret 2011

Marissa Haque Dianiaya di Dunia Maya kata FORGOS di detik.com

Siapa pelaku pengiriman berita ini di FORGOS di grup detik.com??? Jahat sekali oknum mereka itu ya? Biarlah di akhirat nanti mereka semua akan  menanggung energi buruk yang mereka keluarkan. 

Kami sekeluarga memaafkan anda semua!

Sumber: http://forum.detik.com/marissa-haque-merasa-teraniaya-di-dunia-maya-t231222.html 

Citra baik Marissa Haque sebagai seorang artis, politisi, dan ibu rumah tangga dirusak orang tak bertanggung jawab di dunia maya. Ia pun mengangap hal itu sebagai black campaign. Apa sebab?.

Diceritakan Marissa Haque, semenjak ia memberikan dukungan penuh terhadap Andre Taulany sebagai calon Walikota Tangerang Selatan banyak bermunculan gambar-gambar seronok mengatasnamakan keluarganya di dunia Maya. Ia pun menduga ada unsur politik di dalamnya.

"Itu kalau disearching nama Ikang di Youtube, pasti ada gambar esek-esek dengan judul namaku atau Ikang. Masya Allah. Ini kan semacam pembusukan karakter," ujar Marissa saat ditemui di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (18/1/2011).

Ibu dua anak itu awalnya tak menyadari jika citra baiknya sudah teraniaya di dunia maya. Karena ia terbiasa memanfaatkan internet hanya untuk keperluan pekerjaan.

"Tadinya aku cuek. Karena biasanya aku buka internet hanya untuk riset. Ternyata pas diberitahu, aku coba searching, Dan itu cukup mengganggu," jelas wanita yang sempat mencalonkan jadi Wakil Gubernur Banten pada tahun 2006 lalu itu. (sumber: yahoo)

Marissa Haque Dianiaya di Dunia Maya kata FORGOS di detik.com

Kamis, 03 Maret 2011

Diberi Jarak oleh Radar Banten Alhamdulillah Dirangkul Kompas Grup Yogyakarta: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Allahu Akbar!


 
Ya Allaaah... fabiayyi ala'i Robbi kumma tukadzdibaaan...
tak ada lagi ni'mat yang akan kami dustakan Ya Allaaah... Terimakasih banyak atas rezeki umur panjang, kebahagiaan berkelanjutan... anak-anak sehat dan cantik-cerdas... teman-teman kami yang setia dalam suka dan duka... terimakasih Ya Allah...terimakasih...

Bulan-bulan terakhir ini kami berdua semakin banyak berdua... bulan madu teruuus... Alhamdulillaaah...

Bulan Madu Terus Selama di Yogyakarta: Marissa Haque & Ikang Fawzi
Sumber:http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/

Kamis, 10 Februari 2011

Banten dalam 10 Tahun Gilang & Shahnaz Bersama: dalam Ikang Fawzi & Marissa Haque


10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan: “Kalau Tidak Tahan, Anak Kami Bisa 24 Orang”

gilang-shahnaz-julian
Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque (Julian/BI)
“PERNAH lihat orang Jepang bermata belo tidak?” celetuk Shahnaz Haque (38) sambil berpose dengan kostum kimono ala wanita Jepang.

Sang suami, Gilang Ramadhan (47) hanya tersenyum melihat polah istrinya. Beberapa detik kemudian, Shahnaz sudah berada tepat di samping Gilang yang asyik menguyah kacang.

“Kami sedang pacaran, lagi kencan,” ceplos Shahnaz tersenyum kecil.

Pacaran yang dimaksud Shahnaz dan Gilang, tentu saja menghabiskan waktu bersama tanpa diusik ketiga anaknya.
"Anak-anak kami sedang sekolah. Kami sering memanfaatkan waktu sempit ini untuk jalan-jalan,” ujar Gilang.

Kami meminta pendapat Gilang tentang penampilan istrinya saat itu. “Hmm... jadi nafsu nih, habis kamu seperti paduan cewek Jepang dan India sih,” Gilang tersenyum nakal.

Dibilang begitu, pipi Shahnaz memerah. Beginilah keseharian pasangan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan. Penuh keceriaan dan selalu mesra.

“Tidak terasa, Mei nanti pernikahan kami berumur 10 tahun. Akhirnya, sampai juga ya pah, enggak disangka,” Shahnaz tersenyum dan disambut tawa Gilang.

“Tapi Gilang bukan pria yang romantis. Dia tidak pernah memberi saya bunga, cokelat apalagi lagu. Dia hanya memberi saya tiga anak yang lucu-lucu dan mukanya mirip Gilang semua. Itu lebih dari cukup,” jawab Shahnaz ketika ditanya kado apa yang ingin ia terima dari Gilang di perayaan 10 tahun pernikahannya nanti.
“Jadi, kami tidak bikin perayaan apa-apa. Kita bikin anak saja yuk pah,” Shahnaz tersenyum manja. Suami-istri ini berbagi pengalaman mengarungi bahtera rumah tangga 10 tahun terakhir lengkap dengan lika-likunya.

Masa-masa Sulit di Awal Pernikahan
Merunut awal percintaan hingga rumah tangga mereka dianugerahi tiga bidadari cantik, Shahnaz bertutur pernikahannya pernah melalui masa sulit.

“Itu lumrah, setiap rumah tangga pasti mengalami itu,” bilang Shahnaz. Yang jadi perkara, Shahnaz-Gilang justru mengalami masa sulit di awal pernikahan.

“Di usia 29 tahun, saya sudah memilki segalanya. Punya rumah sendiri dan materi yang berkecukupan, pekerjaan dan gelar.. Saya tidak terburu-buru menikah karena itu bukan sesuatu yang mendesak. Tiba-tiba Allah mempertemukan kami dan saya benar-benar tidak bisa berkutik,” ungkap Shahnaz.

Itu yang jadi masalah. Meski Shahnaz yakin Gilang jodohnya, mengubah pola hidup yang sudah tersusun rapi kemudian hidup dalam satu atap tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Jelas ada perbedaan.

”Namanya juga rumah tangga, pastilah ada ribut-ribut kecil karena perbedaan pendapat. Menyatukan dua pribadi yang sudah matang itu sulit sekali,” bilang Shahnaz.
Untungnya itu tidak lama. Satu bulan menikah, Shahnaz hamil. Keadaan berubah membaik.
“Saya jadi percaya ungkapan anak bisa mempersatukan orangtua. Hubungan kami jadi dekat karena Gilang mengurusi kehamilanku,” sebut adik Marissa Haque ini.
Sejak Shahnaz hamil, Gilang melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Dari rocker menjadi pengasuh bayi.

“Salah satu yang bikin kami bertahan sampai saat ini, karena saya tahu dia sayang banget dengan anak-anak. Dia ikut temani aku bangun jam dua pagi ketika aku harus menyusui bayi. Malah, dia lebih telaten dari aku dalam mengurus bayi,” ungkap Shahnaz.

Yang dibutuhkan istri adaah sosok pria yang bisa melindungi dan merawat anak-anaknya. Gilang sudah lebih dari cukup memenuhi kriteria Shahnaz menjadi suami yang baik.
Jika anak bisa mempersatukan mereka, tak heran bila sebulan setelah putri pertamanya, Pruistin Aisha, Shahnaz hamil lagi.

“Awal-awal pernikahan kami sudah disibukkan dengan dua buah hati. Ternyata Gilang tokcer juga ya. Makanya, menikahlah dengan orang Sunda,” kata Shahnaz sambil terkekeh.
Giliran Gilang menimpali sambil menahan senyum.

“Mungkin, kalau tidak ditahan, anak kami bisa berjumlah 24 orang.”

Gilang Ramadhan: Poligami?
Era ’80 sampai ‘90-an, siapa yang tak kenal Gilang Ramadhan? Tabuhan drumnya mampu menyihir banyak wanita. Rockstar memang selalu identik dengan wanita.
Namun, apa yang membuat Gilang bisa setia pada satu cinta?

”Saya punya prinsip, satu saja pusing mengurusnya apalagi dua atau tiga,” kata Gilang menjawab apakah dia setuju poligami.

Ia membayangkan, jika dirinya menikah lagi, korbannya bukan hanya Shahnaz, tapi juga anak-anak.
“Yang namanya kasih sayang itu enggak bisa dibagi-bagi. Anak-anak pasti merasakan,” cetusnya.
Inilah yang menenangkan hati Shahnaz. Ia bersyukur, Tuhan menjodohkannya dengan Gilang.
“Saya pernah berpikir. Mungkin melamun. Banyak pasangan lain yang tidak sebahagia saya. Ada maasalah rumah tangga atau kelakukan si suami yang aneh-aneh. Di situ saya bersyukur memiliki Gilang. Dai begitu menyayangi keluarga ini. Bahkan, bisa dibilang, dia lebih takut menyakiti hati anak-anaknya ketimbang menyakiti hati istrinya sendiri. Itu yang saya kagumi,” urai Shahnaz.

Mereka berharap, usia rumah tangga ini tidak berhenti sampai bilangan sepuluh saja. Masih ada belasan dan puluhan tahun lagi yang harus dilalui.
“Setiap hari kami berusaha membenahi kekurangan masing-masing. Komunikasi itu poin yang amat penting untuk pernikahan ini,” sebut Gilang.

“Janji ya pah, jangan tinggalkan aku. Meninggalnya jangan cepat-cepat, nanti aku tidak ada yang menemani,” pinta Shahnaz diiringi anggukan kepala Gilang. Duh mesranya.
(jul/gur)

Sumber: http://www.tabloidbintang.com/berita/sosok/8819-10-tahun-pernikahan-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-kalau-tidak-tahan-anak-kami-bisa-24-orang.html

Jumat, 21 Januari 2011

Sebagian Oknum Radar Banten Perlu Diwaspadai Kejahatan Cyber-nya: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Beri Hadiah ke Ikang, Marissa Haque Malah Dikasih Surprise
Sumber: Hendra, kapanlagi.com, Jan 2011

Marissa HaqueAtas kelulusan sang suami dengan hasil sempurna ketika menyelesaikan studi S2 pada bulan Desember 2010 lalu, Marissa Haque merasa perlu memberikan hadiah. Keberhasilan Ikang Fawzi itu pun ditandai dengan pemberian kado kepada sang suami yang disesuaikan dengan kebutuhannya, yakni sebuah laptop.

“Aku tahu Ikang butuh alat yang canggih dan simple dan bisa juga untuk otak-atik lagu. Dia kan orangnya suka bikin lagu terus mengaransemen sendiri. Dengan laptop itu Ikang bisa kerjakan dalam satu tempat,” cerita pemilik nama lengkap Marissa Grace Haque ini di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang, Selasa (17/1).

Tapi tanpa diketahui Marissa Haque, Ikang pun sudah menyiapkan hadiah untuk dirinya. Dan hadiah yang diberikan juga sama seperti yang diberikan Marissa ke Ikang.

“Jadi aku mau memberikan hadiah laptop ke dia, nggak tahunya dia juga ngasih aku laptop juga yang sama. Katanya aku kan suka ngedit film di laptop, jadi dengan laptop ini aku dipermudah. Aku dikasih warna putih yang girly dan Mas Ikang aku kasih warna silver yang cowok banget,” ujarnya sambil tersenyum.

Memang tidak dipungkiri, kalau urusan gadget, pasangan suami istri ini sangat up to date. Bagi mereka laptop yang mereka miliki sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pendidikan. (kpl/hen/boo)

Jumat, 24 Desember 2010

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kebiasaan Buruk Oknum Wartawan Jahat dengan Cyber Crime Diduga By Design Timses Airin Rachmi Diany/Ratu Atut Chosiyah kepada Keluarga Kami

Apa korelasinya judul si wartawan JPNN dengan kooptasi nama saya ya? Jahat sekali yang diduga timses Ratu Atut Chosiyah & Airin Rachmi Diany itu...

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2010/12/12/79383/Baru-Sebulan,-Marissa-Haque-Diberhentikan-

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kejahatan Cyber Crime Diduga By Design Timses Airin Rachmi Diany/Ratu Atut Chosiyah kepada Keluarga Kami

NUSANTARA - SUMUT
Minggu, 12 Desember 2010 , 10:51:00, Baru Sebulan, Marissa Haque Diberhentikan

TAPTENG -- Marissa Haque Pasaribu yang dilantik 8 Nopember 2010 sebagai anggota DPRD Tapteng Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) menggantikan Alm H Petrus Cuaca, sudah langsung diberhentikan sebagai kader oleh partainya. Sehingga pemberhentian tersebut secara otomatis juga melenyapkan hak Marissa sebagai anggota DPRD Tapteng dari PKPB.

Hal ini sesuai dengan SK DPD PKPB Tapteng Nomor: SKEP-02/DPD-PKPB/TT/XI/2010 tanggal 15 Nopember 2010 Tentang Pemberhentian Marissa Haque Pasaribu sebagai anggota PKPB Tapteng dan penetapan Hamdan Simbolon SH sebagai PAW anggota DPRD PKPB Tapteng periode 2010-2015 yang dikuatkan dengan SK DPD PKPB Sumut Nomor : SKEP-37/DPD-PKPB/SU/XII/2010 tanggal 4 Desember 2010 yang ditanda tangani langsung oleh Ketua DPD PKPB Sumut, Drs H Razman Arif MA dan Sekretarisnya Andri Agam SH.

Demikian disampaikan oleh Pjs Ketua DPD PKPB Tapteng, Paradong Martin Nababan didampingi Koordinator Dapil VIII PKPB Sumut, Hamdan Simbolon SH kepada Metro Tapanuli di Sibolga, kemarin.

Menurut Pjs Ketua DPD PKPB Tapteng, Paradong M Nababan, pemberhentian sebagai kader yang dilakukan oleh PKPB kepada Marissa Haque Pasaribu adalah disebabkan karena Marissa Haque dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Partai.
"Ada dua alasan kuat kenapa kita terpaksa memberhentikan Marissa Haque Pasaribu sebagai kader PKPB Tapteng, yang tentunya juga secara otomatis menghilangkan haknya sebagai anggota DPRD Tapteng dari PKPB. Alasan pertama adalah disebabkan karena Marissa Haque Pasaribu sebagai kader PKPB telah terbukti melanggar AD/ART PKPB dan Peraturan PKPB Nomor : PP-04/DPP-PKPB/II/2007 Tentang Tata Cara PAW. Di mana, Marissa Haque Pasaribu dinilai terbukti melakukan pengajuan dirinya sendiri ke KPU Tapteng sebagai PAW menggantikan Alm H Petrus Cuaca tanpa adanya persetujuan dan SK dari DPP PKPB tentang PAW tersebut.
Alasan yang kedua, dikarenakan Marissa Haque Pasaribu tidak mau melakukan koordinasi dan bahkan tidak mengakui Pjs Ketua DPD PKPB Tapteng yang telah ditetapkan oleh DPD PKPB Sumut dengan nomor : SKEP-34/DPD-PKPB/SU/XI/2010 Tentang Penetapan Paradong Martin Nababan sebagai Pjs Ketua dan Novi Sanra Siregar sebagai Pjs Sekretaris DPD PKPB Tapteng sehingga telah melanggar Peraturan Partai PKPB No: PP-02/DPP-PKPB/II/2007 Tentang Disiplin Partai dan Sanksi Organisasi. Sebagai ketua partai, kita harus menjunjung tinggi AD/ART Partai dan melaksanakan Peraturan Partai secara tegas," jelasnya.

Saat ditanya Metro Tapanuli tentang kepastian tanggal pelantikan Hamdan Simbolon SH sebagai anggota DPRD Tapteng menggantikan Marissa Haque Pasaribu, Paradong menyatakan akan menyerahkan hal tersebut kepada KPU dan DPRD Tapteng.
Sementara Marissa Haque Pasaribu yang coba dikonfirmasi METRO tanggapannya terkait pemberhentian tersebut, tidak berhasil. Saat Metro Tapanuli mencoba menemui anggota DPRD Tapteng termuda ini di Kantor DPRD Tapteng, tidak berhasil ditemui. Menurut beberapa staf di kantor tersebut, Marissa sudah pulang dari DPRD Tapteng. Ketika beberapa kali coba dikonfirmasi METRO melalui ponselnya, tidak diangkat walaupun sudah di SMS. (ahu)

Related News:
Pertamina Diminta Hengkang dari Bitung
Gali Kubur Malah Dapat Bom
Tabung Gas Meledak, Tiga Tewas
Mantan Bupati Simalungun Diperiksa Kejati
Kejati Banten Sorot Fee DPRD Banten
Kejagung Diminta Ungkap Korupsi di Berau

Sabtu, 27 November 2010

Dugaan Pemilukada Tangsel 2010 dapat 'Support Khusus' dari 'Kandidat Khusus Tertentu': Marissa Haque Fawzi

OPINI Ragile | 19 November 2010 | 00:37 1633 125
Sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/19/marissa-haque-tentang-vina-panduwinata-dan-pilkada-tangerang-selatan/-12

Sumber foto: Dok Kompasiana Gathering 2009 by Edy Taslim (dari kanan: Ragile, Marissa Haque, Pepih Nugraha)
Setelah menghilang empat bulan Marissa Haque kembali posting di Kompasiana. Bunyinya sama dengan yang diutarakan kepadaku via Telepon dan SMS selama November sehubungan dengan meledaknya twitter yang menyebut-nyebut perseteruannya dengan Vina Panduwinata. Namun di mata saya Marissa (Icha) lain di alam nyata lain di alam maya. Bahasanya jauh banget bedanya deh. Kenapa Yah, mau tau?

Postingan dia kemarin di sini: Peduli Linkungan Lahir Bathin. Bicara tentang Kompasiana, Pilkada Walikota Tangerang Selatan dan Vina Panduwinata. Nampaknya terburu-buru menulisnya sehingga terkesan loncat-loncat. Semua itu dalam rangka menanggapi postingan Syaifuddin Sayuti Ada Apa Dengan Marissa Haque? Yang saya tangkap adalah: (1)Icha tidak suka dengan tingkah laku Vina Panduwinata ketika manggung bareng dengan Ikang Fawzi suami Icha, (2)Icha nulis dalam blog pribadi di blogdetik karena gagal menyelesaikan secara pribadi dengan Vina, (3)Icha tidak keberatan dan atau tidak terganggu dengan gaya pakaian orang lain sepanjang tidak mengganggu secara langsung rumah tangganya, (4)Reaksi keras pembaca adalah lebih kepada cara Icha menyampaikan keluhan itu, bukan pada substansi isi keluhan.

Ibarat sepakbola Icha suka maen gaya total footbal formasi 4-4-2 ala Belanda atau Kick and Rush gaya Inggris, keduanya attacking style. Selebihnya saya tidak tahu. Begitu juga tentang Pilkada Tangerang Selatan di mana Icha menyokong calon independent di luar parpol. Saya taunya ada rumor bahwa di sana telah ada semacam hegemoni oleh keluarga tertentu untuk menguasai jabatan strategis. Namum demikian soal politik tidak semudah yang kita baca di atas kertas. Maklum banyak intrik dan akal bulus yang alus-alus. Biarlah rakyat Tangerang Selatan bicara, mereka lebih tau.

Dua kali saya ketemu langsung dan ngobrol bareng dengannya. Sekali di Kopdar Kompasianan pas peluncuran buku Chappy Hakim berjudul Cat Rambut Orang Yahudi di Hotel Sultan Jakarta, Agustus 2009. Dan Di Tangerang pada acara Pemuda Integritas Tangerang Selatan (PITA) pada Juli 2010. Dua kali ketemu langsung dan ngobrol panjang lebar. Yup, jauh banget deh dengan bahasanya di dunia maya. Siapapun sulit untuk tidak mengatakan Icha sangat ramah, gaul, enak diajak bicara apa saja. Dan…. doyan ngobrol, hehehe…

Mudah-mudahan ke depan makin banyak interaksi dengan kompasiner makin bagus jalinan persahatan dan saling pengertian di mana Icha tak sungkan ganti gaya “maen bolanya” misal dengan gaya Samba Brasil yang paling banyak diminati di sini. Kebetulan aku suka film-film Marissa Haque dan juga demen lagu-lagu Vina Panduwinata yang cihuyy banget gaya “stakatonya”.

 ***

Salam Tuljaenak, RAGILE 19-nov-2010

Dari Engkong Ragile Sahabat Kompasiana.com yang Selalu Penuh Atensi: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Sabtu, 15 Mei 2010

Jangan Memulai Sesuatu dengan Langkah Kotor: Marissa Haque Fawzi di Radar Banten 2006


Bulan yang baru saja lewat, ketika datang khabar dari Afrika Selatan, serasa mendengar petir di siang bolong. Innalillahi wa innaialihi ro.jiuun... Selamat jalan wahai Kekasih Allah, Bapak Ramadhan KH, Papah Tutun demikian panggilan sayang kami. Seorang wartawan, penyair, sastrawan, sejarahwan, penulis biography banyak orang besar Indonesia (termasuk mantan Presiden kedua RI, Soeharto), Ayah Mertua adik bungsu saya yang bersama Shahnaz Natasja Haque, Ayahanda adik ipar saya Gilang Ramadhan, serta salah seorang guru spiritual dan guru dunia tulis menulis saya selama ini. Kita semua telah kehilangan salah seorang putra terbaik bangsa ini.
Memiliki Nama lengkap sebagai Ramadhan Kartahadimaja, di dalam menulis karya-karyanya, terutama roman sejarah, beliau pandai menggali fakta-fakta dan nilai-nilai perjuangan bangsa ini. Papah Tutun sangat pandai merumuskan pikiran-pikirannya di dalam pemilihan frasa dan diksi yang sangat memikat. Hasilnya adalah: sajak, puisi, novel atau bahkan biography komplit tersusun rapi untuk disajikan kepada para pecinta dunianya. Papah Tutun adalah seorang sangat committed, mendedikasikan hidupnya pada dunia yang telah sadar dipilihnya menjadi jalan hidupnya. la berdisiplin sangat tinggi tapi sekaligus seseorang yang sangat santun serta lembut bahasanya. Satu yang tak-kan pernah terlupa bahwa beliau itu sangat tegas di dalam pendirian ketika beliau khusus menelepon saya dari Afrika Selatan ke rumah di Bintaro sebelum kondisi dirinya benar-benar drop adalah: "Benar kata Naz kamu mau mencalonkan diri jadi Gubernur Banten? Sudah siap kamu tidak akan korupsi dan mengabdikan dirimu sepenuhnya menjadi pelayan rakyat?" Sudah yakin hatimu tak akan goyah melihat orang-orang di sekitarmu bergelimang dengan kekayaan `palsu' yang diambil dari hak rakyat?" Jujur saya terpana saat mendengar kata-kata beliau yang bak mitraliur itu. Saya akhirnya dengan santun mengatakan kembali via telpon kepada beliau, "Pah ... sampal dengan hari ini tangan anakmu masih bersih, dan saya ingin selamanya demikian, juga saya bersedia menjadi pelayan rakyat Banten, untuk susah senang bersama mereka." Kemudian satu kalimat cukup panjang yang tak akan pernahsaya lupakan sampai kapan pum: "Marissa, ... jangan pernah mermulai sesuatu dengan langkah kotor. Insya Allah kamu akan diselamatkan-Nya di dalam melangkah di dunia maupun ke akhirat kelak." Malamnya setelah perbincangan terakhir itu saya tak dapat tidur. Dan dalam keheningan malam diiringi suara jangkrik di musim penghujan membuatkan secpotong pusisi pendek untuk beliau yang kemudian saya kirimkan via handphonenya di Afrika Selatan. Puisi itu berjudul "...dan Kelopak Bening itu Mengalirkan airnya."

Setiap mengenang kata-kata terakhir Bapak Ramadhan KH, menambah rasa hormat saya pada beliau. -Ketika pikiran melayang lagi kebelakang, teringat saat Lebaran dua tahun lewat, saat kami anak-beranak bercanda bersama di ruang belakang rumah Bintaro saya. Kami semua tertawa sangat seru ketika ingat bagaimana para cucu Papah Tutun (termasuk anak-anak saya) seringkali tak mau bersih-bersih diri sebelum tidur. Maka pembicaraan beralih pada saat kedua orang tua kandung kami masih_ hidup dulu dan menyambung cerita tentang bersih-bersih diri.

Ternyata kita semua masih ingat saat kita kecil dulu sebelum tidur, ketika panra orang tua kita menyuruh mencuci tangan, kaki serta sikat gigi. Semua itu dikarenakan mereka ingin agar anak-anaknya memulai tidur serta nantinya bertemu dengan 'Kekasilitiya' (God the All Mighty) dalam kondisi bersih. Bersih diri sebelum tidur, bersih hati sebelum memejamkan mata, bersih pikiran dengan harapan siapa. tahu saat tidur nanti dapat menjumpai Rasulullah Muhammad SAW. Bila kita kaitkan semuanya dengan kondisi sekarang ini di Banten, Tuhan...,mampukan kita semua berbersih-bersih diri?

Untuk kebersihan di Lingkungan Hidup, paling tidak secara nasional KLIJ (Kementrian Lingkungan Hidup) sedang menyelesaikan RUU Sampah. Ranah Banten yang sebagian masih terbalut sampah telanjang yang mengundang penyakit, dapat berharap mendapat dampak positif bilamana RUU nanti telah menjadi UU dan dapat membuat Banten paling tidak dapat sedikil terbebas dari sampah yang terbuang liar di mana-mana. Menteri Lingkungan Hidup Rakhmat Witoelar menyatakan telah menyelesaikan draft RUU Penge1olaan Sampah ini. Draft UU itu sekarang telah ada di DPR dan menurut informasi terakhir telah mendapatkan persetujuan dari Presiden. Bahagianya hati ini ketika mendengar berita dari teman yang berada di Komisi Lingkungan Hidup DPR RI Jakarta.

Di bidang korupsi, hmmm ... bersih-bersih korupsi kita dibandingkan dengan di Beijing, China, seharusnya kita wajib iri. Di sana (dan juga dapat diakses dari Indonesia), semua warga dapat dengan mudah menyaksikan sebanyak 400 (empat ratus) orang koruptor yang gambar serta identitas dirinya dipublikasikan via internet. 160 orang menyerahkan diri dan 240 ditangkap. Hebatnya, semua kegiatan bersih-bersih itu mampu dilakukan Beijing, China hanya dalam, waktu 2 (dua) bulan saja. Dan para koruptor yang teramankan itu ternyata baru 10% saja dari yang mereka lacak sejak setahun yang lalu (Radar Banten, Rabu 29 Maret 2006). Pelacakan diawali dengan mempublikasikan 4000 (empat ribu) nama-nama para koruptor yang dibidik pada situs internet yang didesain khusus untuk keperluan tersebut. Hasilnya luar biasa. Masyarakat yang telah muak meresns publikasi di jalur maya tersebut dengan memberikan tambahan informasi keberadaan beberapa koruptor yang pada akhirnya sangat membantu kinerja para aparat penegak hukum. Hasilnya sangat menggembirakan karena sebanyak 400 (empat ratus orang) berhasil dilacak dan ditangkap.

Sukses menangkap di Beijing, China ini memang bukanlah perrkara yang murah. Karena untuk beberapa kasus, pemerintah China harus mengeluarkan dana lumayan besar. Ada beberapa kasus yang membutuhkan dana CNY 1 juta (sekitar Rp 1,1 miliar) atau lebih besar lagi menurut Wu Heping, Jubir dari Kementrian Keamanan Masyarakat China. Juga termasuk memberikan imbalan bagi sang pemberi informasi tadi tentang buronan yang dicari dengan imbalan CNY 3 ribu (sekitar Rp 3,3 juta).

Bagaimana di Indonesia dan di Banten? Menurut Harian Kompas, Sabtu 17 Desember 2005, karena biaya penyidikan kasus korupsi sangat minim, maka pemberantasan korupsi dari audit APBD 65%. BPK baru memeriksa 283 (dua rates delapan puluh tiga) laporan keuangan daerah dari sekitar 460 (empat ratus enam puluh APBD) dari total Provinsi, Kabupaten dan Kota dengan 896 (delapan ratus sembilan puluh enam BUMD di dalamnya. Pemerikasaan mencakup jumlah anggaran Rp 360,8 Triliun,-, sementara cakupan pemerikasaan sebesar 340,2 Triliun,-. BPK memberikan pendapat `tidak wajar' atas sepuluh laporan keuangan daerah dan `tidak memberikan pendapat' atas enam laporan keuangan daerah (Kompas, Sabtu, 17 Desember, 2005).

Hasil temuan BPK yang mencolok baik adalah yang terkait dengan pembayaran tunjangan, honorarium, insentif, dan bantuan keuangan sebesar Rp 497,3 miliar kepada para Pimpinan dan Anggota DPRD, Kcpala Daerah berserta wakllnya, juga masing-masing Sekda yang banyak sekali tidak sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Hasil ini ditemukan pada 16 (enam belas) propinsi termasuk Banten dan 142 Kabupaten serta Kota di seluruh Indonesia (Kompas, Sabtu, 17 Desember 2005). Dije1askan lagi di dalam temuan BPK tersebut adalah, terdapat pengeluaran sebesar Rp 476, 68 miliar yang belum dipertanggungjawabkan. Di luar itu terdapat juga realisasi belanja di 16 Provinsi (termasuk Banten) dan 123 Kabupaten dan Kota senilai 590,6 millar yang tanpa dilengkapi dengan bukti (fiktif), tidak jelas peruntukkaannya, serta menyimpang dari ketentuan.

Rasanya memang Pemerintah Pusat sudah . selayaknya menambah anggaran penyidikan Kepolisian dan Kejaksaan jika memang kita semua serius memberantas tindak pidana korupsi. Biaya penyidikan per kasus yang diterima Kejaksaan dan Kepolisian hanya sekitar Rp 2,5 juta,- (dua setengah juta). Sungguh angka ini tidak rasional. Tak mungkinlah Kejaksaan maupun Kepolisian untuk mengusut serta mengejar para korupstor di Banten maupun di seluruh Indonesia yang sudah semakin canggih modus operand i nya. Bahkan Kang Ruki (Taufikurrachman Ruki) Ketua KPK pun menimpali dengan mengatakan, "Saya kasihan pada Kepala PoIri dan Jaksa Agung, bagaimana bisa tuntas mengejar para koruptor bila biaya penyelidikan hanya sebesar Rp 2,5 juta,- per kasus (Kompas, Selasa, 4 April 2006). Sementara untuk Banten pada acara lepas Sambut Kapolda lama dan baru kemarin Bapak Kombes Timur Pradopo berjanji akan menuntaskan kasus korupsi yang ada di wilayah Banten. Langkah ini diambil sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Susanto ketika melantik sejumlah Kapolda di Mabes Polri bebeapa hari yang lalu.

Kami juga berharap agar seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada kami bila memang melihat adanya indikasi korupsi," kata Timur Pradopo kepada wartawan,usai lepas sambut di Mapolda Banten, Rabu (21/12).

Dia meminta kepada seluruh LSM maupun masyarakat untuk memberikan informasi kepada aparat untuk mernberikan informasi kepada aparat kepolisian mengenai adanya dugaan korupsi. Nantinya, informasi itu akan ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian."Mari kita bekerja sama. Masyarakat diminta untuk mengontrol bila ada dugaan korupsi, sehingga kita bisa melakukan penanganan untuk masalah tersebut," katanya. Bilamana kita semua memang benar-benar ingin rnelihat Banten menjadi Serambi Madinah dan mengedepankan ukhuwah (persaudaraan) yang telah dipraktekkan Rasulullah Muhammad beserta para sahabatnya, menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar, dengan gaya persaudaraan yang sangat indah dan sejuk. Sistem persaudaraan itu mencapai puncaknya dengan itsar atau sikap, yang lebih mengutamakan saudaranya sendiri ketimbang dirinya sendiri. Hal ini digambarkan di dalam. QS Al Hasyr ayat 9.

Jadi demi Banten yang benar-benar dapat bersih-bersih ke depannya, kebersamaan, saling mengasihi, saling asah, asih dan asuh di dalam program bersih-bersih ini terutama khususnya di dalam hal anti korupsi dapat dengan ringan kita semua bersama lakukan tanpa harus hanya menggerutu di belakang. Bahkan Papah Tutun (Bapak Ramadhan KH) di alam sana' tentunya akan dapat tersenyum melihat Banten sudah mampu berbersih diri karena semua merasa perlu untuk terlibat di dalamnya. Seperti pesan terakhir beliau kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Adnan Buyung Nasution dan Nina Pane via telepon, "Buyung, jangan pikirkan saya, pikirkan Indonesia, nasib bangsa kita ke depan." Begitu Pula mirip yang dikatakan beliau kepada saya, Icha, jangan pikirkan saya, pikirkan nasib Banten kita ke depan, saya titip rakyat Tatar Sunda Jawa Kulon kepadamu." Ramadhan KH, seorang pejuang, seorang budayawan tanpa tanda bintang jasa, ia adalah sosok yang patut kita teladani. Ia patut dicatat dengan tinta emus di dalam deretan para tokoh sejarah di Republik ini. Selamat jalan, Pah…semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Allahu Akbar, Merdeka!

Marissa Haque Fawzi, SH, MHum For Radar Banten, April 10, 2006

Rebranding Banten: Hijrah Menjadi Serambi Madinah (dalam Marissa Haque Fawzi)


Dalam Radar Banten, 2006 Awal


Selamat Tahun Baru Islam saudara-saudariku sekalian. Marilah kita semua tanpa terkecuali berhijrah menuju Cahaya Keselamatan Abadi di dunia maupun akhirat. Setiap tahun ummat Islam di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Hijriah berdasarkan lunar system. Sistem penanggalam ini ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khatab yang ditandai dengan dimulainya hijrah Rasulullah Muhammad SAW dari Makkah ke Yatsrib yang kemudian diubah menjadi Madinah. Pengubahan nama dari Yastrib ke Madinah dalam bahasa Modern Marketing adalah Rebranding. Mengapa perlu diubah? Hal ini disebabkan karena diperlukannya semangat baru bagi turning point akan peristiwa penegakan kebenaran oleh Rasulullah kepada pengikutnya (Masjid, 1994:112).

Semenjak peristiwa hijrah ini, rebranding atas langkah dakwah Rasulullah Muhammad SAW tak semata ditargetkan hanya demi pembentukan jiwa individual, akan tetapi mulai beranjak pada pengaturan masyarakat. Rebranding menurut seorang pakar marketing - Kafi Kurnia – bukanlah semata hanya menempelkan sepotong logo/nama baru. Akan tetapi ia mengubah seluruh tatanan sistem serta sikap mental individu yang terdapat di dalam koordinasi serta administrasi internal sebuah institusi. Seperti misalnya setelah hijrah di Madinah, Rasulullah Muhammad langsung meningkatkan perjuangan dengan membentuk masyarakat politik. Politik ganti nama jelas terlihat saat sepenggal nama Yastrib diubah menjadi Madinah al-Rasul atau Madinat al-Nabi yang maknanya adalah: kola tempat peradaban, kehidupan beradab, berkesopanan, tempat dengan hukum yang dipatuhi oleh seluruh isi warga negaranya, serta seluruh warga yang beraneka ragam dapat hidup teratur toleran serta damai sejahtera.

Apakah Provinsi Banten selama lima tahun ini yang kondisi penegakan hukum, sosial, dan ekonominya belakangan ibarat air di daun talas (tidak pernah firm), mampu melakukan rebranding serta hijrah dari kegelapan menuju lebih baik seperti hijrahnya Rasulullah Muhammad dari Makkah ke Madinah? Banten yang hari ini tertinggal jauh, harus mampu memompa dirinya menuju masyarakat madani. Menurut perspektif piagam Madinah, di mana ditunjukkan masyarakat beradab seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, adalah dengan menetapkan pembentukan sistem politik yang madani — sistem yang tertib, seluruh warga memiliki hak serta kewajiban yang sarna di dalam mengikuti tata tertib bermasyarakat serta bernegara. Langkah berikutnya adalah Rasulullah Muhammad SAW membentuk sistem sosial dengan mempersatukan seluruh warganya yang berlainan agama, sehingga walaupun berbeda mereka saling menghormati dan mampu hidup berdampingan secara damai. Kaum Islam yang mayoritas saat itu menjadi pelindung kaum minoritas.

Selain hijrah secara fisik seperti yang telah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW, hijrah sebenarnya menurut KUBI dan KBBI (Kamus Umum Bahasa Indonesia dan Kamus Besar Bahasa Indonesia) dapat diterjemahkan kurang lebih sebagai: pindah, migrasi, transforimasi, reformasi ke arah yang lebih egaliter dan demokratis. Langkah hijrah mejadi semacam ideologi yang bermakna vision (plus orientation) and programs. Kaitannya di Banten, kegiatan sosial, ekonomi, dan politik masyarakatnya telah memberikan tekanan-¬tekanan yang berakibat pada beberapa gejolak yang kita semua ketahui terjadi belakangan ini. Indonesia dan Banten sedang berada dalam situasi yang kritis serta kronis. Mozaik kehidupan berbangsa dan bernegara menyajikan suasana kehidupan yang penuh intrik dan konflik. Kebangkrutan moral, korupsi, manipulasi, dan politisasi merasuk sampai sendi-sendi terdalam kehidupan masyarakat. Selain itu brand atau cap/merek dari wilayah Banten yang selama ini melekat adalah dekat dengan kemiskinan, keterbelakangan serta juga premanisme, sehingga diisukan banyak investor yang enggan masuk disebabkan pertimbangan pada poin yang terakhir disebut di atas.

Ketika hari-hari terakhir ke mana pun wajah kita tolehkan yang kita saksikan adalah kepalsuan, kebohongan, kepura-puraan, kerakusan, ketamakan, kehausan akan kekuasaan dengan menanggalkan segala peradaban yang diridhoi Allah SWT. Secara pribadi kita semua wajib melakukan hijrah dengan memperbaiki segala sifat dan sikap minor kita dan mengantinya dengan situasi yang lebih positif. Contoh paling konkret adalah saat saya dan sahabat baru saya Tb Iman Aryadi meninjau wilayah rawan banjir di empat kecamatan – Sukaresmi, Pagelaran, Carita, Patia - Kabupaten Pandeglang. Setelah meminta izin kepada Bupati Pandeglang Pak Dimyati, ditemani dua OKP (Organisasi Kepemudaan) KNPI dan GMNI kami langsung ke lokasi terjadinya banjir. Bahagia hati ini saat berdialog langsung dengan masyarakat setempat serta, empat orang Camat, empat orang Kades (Kepala Desa) bahwa mereka telah mengusulkan upaya penyodetan dua buah sungai -- Cilember dan Ciliman – tapi sejauh ini belum ada realisasinya.

Inginkah kita semua melihat brand atau cap/image baru Banten agar menjadi lebih lentur dan ramah bagi siapa saja khususnya para investor agar menanamkan modal sebanyak-- banyaknya bagi Banten? Dan setelahnya dapat menambahkan embel-embel Serambi Madinah di belakang nama Banten? Duh... inginnya hati ini, semoga saja menjadi kenyataan.

Allahu Akbar, Merdeka!

Entri Populer